Mencerahkan para sahabat di Sumba Timur

Setelah menyelenggarakan pelatihan bagi para mitra di Jakarta, Yayasan Bina Mandiri Indonesia mendapat kesempatan untuk berbagi kepada para sahabat di Sumba Timur melalui pelatihan Guru dan pelatihan Kurikulum di desa Kawangu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur antara tanggal 27/8  – 5/9 2012. 

Suasana pelatihan yang meriah 

 Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara Yayasan Bina Mandiri Indonesia  dengan World Vision Indonesia di Sumba Timur, yang dipimpin oleh Bpk. Amsal Ginting. 

 Pelatihan diikuti oleh 28 peserta dari beberapa TK dari desa yang berlainan seperti desa Kadahang,  Kombapari,  Ripu dsb. Sebagian besar peserta adalah guru yang sudah mengajar, namun belum pernah mendapat pelatihan.  
Praktek mengajar – menenangkan “murid”

Beberapa peserta adalah orang pribadi yang  berkomitmen membuka PAUD/ TK, karena melihat kebutuhan yang besar sekali di desa masing-masing. 

Praktek mengajar – mengendalikan “murid yang nakal”

Pelatihan ini berisi teori dan praktek. Peserta harus mempraktekkan apa yang sudah dipelajari dalam simulasi kelas. 

Memperagakan APE yang sudah dibuat

Salah satu sesi pelatihan adalah  bagaimana membuat Alat Permainan Edukatif (APE) dari bahan – bahan yang ada di sekitar lingkungan dan mudah ditemukan.

Setelah berjerih lelah selama 8 hari memeras tenaga dan pikiran mengikuti pelatihan – tibalah hari terakhir pelatihan. Kepada tiap peserta dibagikan sertifikat. Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Bp. Amsal Ginting dan ibu Mesida – fasilitator Yayasan Bina Mandiri. 

Penyerahan sertifikat oleh Bp. Amsal Ginting 
Bangga memperlihatkan hasil jerih lelah
selama 8 hari pelatihan

Selamat kepada setiap peserta yang sudah mengikuti pelatihan dengan antusiasme yang tinggi, ketetapan hati untuk tetap bertahan walaupun lelah dan mengantuk serta keingintahuan yang tinggi untuk belajar. Selamat mengajar dengan lebih baik bagi anak didik di Sumba Timur!

 
Wajah – wajah ceria dan  penuh tekad untuk memberikan yang terbaik
bagi anak didik di Sumba Timur

 

Pelatihan Kurikulum bagi Mitra YBM

Pelatihan Kurikulum ini merupakan wujud misi YBM untuk mendukung para mitra agar semakin mampu menyelenggarakan TK bagi anak-anak masyarakat pra-sejahtera. 

Pelatihan ini dilaksanakan langsung esok hari sesudah pelatihan Guru selesai. Diikuti oleh 20 peserta dari 7 TK di Jakarta. Pelatihan ini berlangsung  selama 5 hari (26 – 27 Juli dan 1-3 Agustus 2012).

Suasana pelatihan 

Pada pelatihan ini, peserta mempelajari:  pengertian kurikulum, tingkat pencapaian perkembangan (indikator) peserta didik, Penyusunan Rencana Kegiatan Mingguan (RKM) dan Rencana Kegiatan Harian (RKH) dan pendidikan karakter.

Peserta tidak hanya diajarkan teori menyusun RKM dan RKH namun juga praktek menyusun RKM dan RKH.

Serius menyusun RKM dan RKH
Wajah ceria saat pelatihan usai

Selamat kepada para peserta yang sudah berhasil menyusun RKM dan RKH! Tetap semangat!

Wajib Belajar Bersama

Menghasilkan seorang murid yang cerdas dan berkarakter dibutuhkan adanya kesadaran dan pengertian dari orang tua murid untuk bekerjasama dengan guru. Melalui pertemuan WBB (Wajib Belajar Bersama) dengan orang tua murid, kepala sekolah dan guru yang diadakan setiap 3 bulan pada bulan Agustus 2012 memperkenalkan program-program TK.Belajar Mandiri :
1.Kegiatan Tahunan
2.Kurikulum
3.Peraturan Sekolah

Dengan pertemuan tersebut dimohon orangtua murid lebih aktif berkomunikasi dengan guru untuk kemajuan anak mereka karena peran orang tua murid sangat besar sebagai patner guru dalam mendidik anak sedangkan guru hanya sebagai fasilitator pembimbing di sekolah.

Berikut penjelasan dari orang tua murid setelah mengikuti WBB (Wajib Belajar Bersama) :
Ibu Fafnah orang tua murid dari Yudis (TK.B Kranggan)
•Dengan diadakannya WBB saya jadi lebih mengetahui peraturan yang ada di sekolah terutama tentang bekal makanan yang boleh di bawa ke sekolah, dulu Yudis suka sekali sosis sekarang agak kurang karena kata ibu kepala sekolah makanan yang mengandung bahan pengawet tidak sehat. Saya juga jadi lebih mengenal Ibu kepala sekolah dan mengetahui kegiatan yang diadakan sekolah selama satu semester.

Ibu Titin , orang tua murid dari Andina Melani (TK.B Kranggan)
•Saya mengucapkan terima kasih atas bimbingan dan pemberitahuannya tentang peraturan dan tata tertib di sekolah sehingga saya tahu yang harus diperhatikan untuk anak saya agar berpakaian rapi dan bersih.

Ibu Cecilia, orang tua murid dari Maria (TK.B Kranggan)
•Anak-anak setelah sekolah di TK.Belajar Mandiri sudah berani berbicara dengan jelas, mengucapkan janji murid dan mengetahui makan yang sehat dan yang tidak boleh dimakan. Kami senang sekolah dekat dengan rumah dan tidak terlalu susah mempersiapkan kebutuhan sekolah. Kami yang berpenghasilan rendah sangat bersyukur dengan bantuan yang diberikan bukan saja pendidikan tetapi juga kesehatan dan kedisiplinan peratuan sekolah.

Ibu Diah Handayani,orang tua murid dari Leonardus Adi Wibowo (TK.A Kranggan)
•Kami merasa bersyukur mengetahui secara lebih detil tentang tata tertib atau peraturan yang diberlakukan bagi anak-anak kami, mengetahui lebih jelas jadwal belajar anak selama 1 semester sehingga kami para orang tua di rumah dapat mengulang kembali apa yang diajarkan guru dan dapat bertanya jawab secara langsung dengan kepala sekolah apa yang harus kami lakukan selaku orang tua apabila menghadapi anak yang tidak mau mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah).

 

UKS disekolahku

Ditahun ajaran baru 2012 TK.Belajar Mandiri yang berada di Jakarta telah menerima 402 murid prasejahtera dari 8 area yang berada di Nalo, Kebun Sayur, Sunter, Tanah Merah, Rawa Sengon, Rawa Bebek, Cipinang, Kranggan.
Survei penerimaan murid baru keluarga prasejahtera dilakukan cukup ketat, semuanya memiliki lebih dari 3 anak dengan kondisi rumah petak kontrakan dan pekerjaan sebagai : Tukang Bangunan, Tukang Cuci, Sopir, Pemulung, Pengamen, Pedagang Kecil, Pedagang Keliling, Ojek, Buruh Kasar.
 
Semua masyarkat yang kami layani berada di daerah kumuh yang rawan berbagai macam penyakit maka pada bulan Agustus 2012 di Sekolah TK.Belajar Mandiri di selenggarakan kegiatan UKS (Unit Kesehatan Sekolah) meliputi :
1.Penyuluhan Kesehatan bagi orang tua murid
2.Pelatihan Kesehatan bagi murid :
-.Cuci Tangan Sebelum Makan
-.Sikat Gigi Setelah Makan
3.Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis bagi murid :
-.Pemeriksaan dan Pengobatan Umum (4x/thn)
-.Pemeriksaan dan Pengobatan Gigi (2x/thn)

Tujuan diadakannya UKS :
1.Pencegahan penyakit
2.Peningkatan Kesehatan
3.Penyembuhan / Pemulihan Kesehatan
4.Penatalaksanaan Kesehatan :
-.Semua ruangan sekolah, kamar mandi, jamban dan pekarangan bersih.
-.Selokan pembuangan air yang memenuhi standar     kesehatan (selokan tidak tersumbat dengan sampah).
-.Tersedianya tempat sampah
-.Adanya sumber air yang bersih dan sehat.

Berikut kesaksian dari orang tua murid TK Belajar Mandiri :
-Ibu Ida Farida, orang tua murid dari Nazwa Difha Syafitri (TK.A Kebun Sayur)
Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya atas kegiatan UKS yang diselenggarakan oleh pihak sekolah . Dengan adanya UKS dapat membantu anak-anak untuk dapat mengerti betapa pentingnya kesehatan dan kebersihan.

-Ibu Siti, orang tua murid dari Wanti W (TK.B Kebun Sayur)
Terima kasih karena anak saya sudah diperiksa gigi dan telinga. Dengan adanya pemeriksaan gigi dan telinga anak saya jadi rajin sikat gigi dan telinganya mau dibersihkan .

-Ibu Anita Amelia, orang tua murid dari Fazri Gilang (TK.B Kranggan)
Dengan diadakannya UKS kami selaku orang tua dapat mengetahui bagaimana keadaan kesehatan anak kami. Anak-anak juga diberikan vitamin dan minum susu setiap hari di sekolah dengan demikian kesehatan anak-anak juga lebih terjaga.

-Ibu Mimin Mintarsih, orang tua murid dari Devicha Ayu A (TK.B Kranggan)
1.Setelah dilaksanakannya kegiatan UKS, anak saya lebih menjaga  kebersihan dan kesehatan terutama kebersihan tangan, kuku,  telinga, mulut dan gigi juga meringankan dalam masalah ekonomi   keluarga.
2.Terima kasih sudah mau memeriksa kesehatan gigi anak kami serta  melayaninya dengan baik.
3.Setelah dilaksanakn kegiatan pemeriksaan gigi anak kami sekarang saya jadi tahu keadaan baik ataupun buruknya gigi anak saya, saya lebih ekstra hati-hati menjaga dan merawat giginya supaya tidak jauh lebih buruk dari yang sekarang.
4.Sekarang anak saya lebih rajin menggosok giginya, sesudah makan maupun sebelum tidur malam.

-Ibu Armiwati orang tua murid dari Andika Fajar (TK.A Kranggan)
1.Pelayanan dan para petugas kesehatan sangat baik dan ramah. Walaupun TK.Belajar Mandiri ini sekolah TK untuk anak-anak yang  kurang mampu tetapi sangat peduli dan mementingkan kesehatan    murid-muridnya.
2.Kami sangat puas dengan pelayanan dokter umum dan dokter giginya. Dengan adanya pelayan kesehatan ini kami selaku orang  tua murid sangat mendukung karena kami bisa selalu tahu keadaan    kondisi kesehatan anak kami.
3.Untuk kesehatan gigi sebagai orang awam kami jadi lebih tahu  betapa pentingnya kesehatan gigi bagi anak-anak. Gigi yang sehat dan tidak berlubang bisa membuat nafsu makan anak bertambah         dan pengaruhnya bagi anak-anak juga jadi tahu cara menggosok gigi dan membiasakan setiap hari menggosok gigi.

UKS disekolahku

Ditahun ajaran baru 2012 TK.Belajar Mandiri yang berada di Jakarta telah menerima 402 murid prasejahtera dari 8 area yang berada di Nalo, Kebun Sayur, Sunter, Tanah Merah, Rawa Sengon, Rawa Bebek, Cipinang, Kranggan.
Survei penerimaan murid baru keluarga prasejahtera dilakukan cukup ketat, semuanya memiliki lebih dari 3 anak dengan kondisi rumah petak kontrakan dan pekerjaan sebagai : Tukang Bangunan, Tukang Cuci, Sopir, Pemulung, Pengamen, Pedagang Kecil, Pedagang Keliling, Ojek, Buruh Kasar.

Semua masyarkat yang kami layani berada di daerah kumuh yang rawan berbagai macam penyakit maka pada bulan Agustus 2012 di Sekolah TK.Belajar Mandiri di selenggarakan kegiatan UKS (Unit Kesehatan Sekolah) meliputi :
    1.Penyuluhan Kesehatan bagi orang tua murid
    2.Pelatihan Kesehatan bagi murid :
        -.Cuci Tangan Sebelum Makan
        -.Sikat Gigi Setelah Makan
    3.Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis bagi murid :
        -.Pemeriksaan dan Pengobatan Umum (4x/thn)
        -.Pemeriksaan dan Pengobatan Gigi (2x/thn)

Tujuan diadakannya UKS :
    1.Pencegahan penyakit
    2.Peningkatan Kesehatan
    3.Penyembuhan / Pemulihan Kesehatan
    4.Penatalaksanaan Kesehatan :
        -.Semua ruangan sekolah, kamar mandi, jamban dan  pekarangan bersih.
        -.Selokan pembuangan air yang memenuhi standar  kesehatan (selokan tidak tersumbat dengan sampah).
        -.Tersedianya tempat sampah
        -.Adanya sumber air yang bersih dan sehat.

Berikut kesaksian dari orang tua murid TK Belajar Mandiri :
-Ibu Ida Farida, orang tua murid dari Nazwa Difha Syafitri (TK.A Kebun Sayur)
Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya atas kegiatan UKS yang diselenggarakan oleh pihak sekolah . Dengan adanya UKS dapat membantu anak-anak untuk dapat mengerti betapa pentingnya kesehatan dan kebersihan.

-Ibu Siti, orang tua murid dari Wanti W (TK.B Kebun Sayur)
Terima kasih karena anak saya sudah diperiksa gigi dan telinga. Dengan adanya pemeriksaan gigi dan telinga anak saya jadi rajin sikat gigi dan telinganya mau dibersihkan .

-Ibu Anita Amelia, orang tua murid dari Fazri Gilang (TK.B Kranggan)
Dengan diadakannya UKS kami selaku orang tua dapat mengetahui bagaimana keadaan kesehatan anak kami. Anak-anak juga diberikan vitamin dan minum susu setiap hari di sekolah dengan demikian kesehatan anak-anak juga lebih terjaga.

-Ibu Mimin Mintarsih, orang tua murid dari Devicha Ayu A (TK.B Kranggan)
    1.Setelah dilaksanakannya kegiatan UKS, anak saya lebih menjaga   kebersihan dan kesehatan terutama kebersihan tangan, kuku, telinga, mulut dan gigi juga meringankan dalam masalah ekonomi            keluarga.
    2.Terima kasih sudah mau memeriksa kesehatan gigi anak kami serta            melayaninya dengan baik.
    3.Setelah dilaksanakn kegiatan pemeriksaan gigi anak kami sekarang            saya jadi tahu keadaan baik ataupun buruknya gigi anak saya, saya            lebih ekstra hati-hati menjaga dan merawat giginya supaya tidak            jauh lebih buruk dari yang sekarang.
    4.Sekarang anak saya lebih rajin menggosok giginya, sesudah makan            maupun sebelum tidur malam.

 

 

Wajib Belajar Bersama

GambarBelajar tidak hanya dilakukan oleh anak-anak, orang tua pun masih bisa belajar. Kegiatan Belajar adalah kegiatan yang terus dilakukan sepanjang masa, tidak terbatasi oleh apapun. Sekolah TK Belajar Mandiri mempunyai Program Wajib belajar bersama (WBB) bagi orang tua murid. Program ini dilakukan sebanyak 2x dalam 1 (satu) tahun ajaran. 

WBB yang dilakukan pada semester ini khusus membahas tema “makanan dan gizi seimbang pada anak”. Hal ini berangkat dari survey yang dilakukan pada orang tua siswa yakni  jumlah uang jajan yang diberikan kepada anak. Dari hasil survey ditemukan jumlah uang jajan yang diberikan hampir semuanya untuk jajanan yang tidak baik untuk tumbuh kembang anak. Setelah dilakukan WBB para orang tua pun memberikan respon positif. 

IbuTiguyati orang tua dari Syahdan Febrian ( TK A Tanah Merah) berkata “dengan adanya penjelasan dari ibu kepala sekolah, sekarang Syahdan sudah makan sayuran, uang jajannya juga sudah saya kurangi dan saya belikan makanan yang bergizi buat anak saya. Terimakasih buat guru dan yayasan yang sudah membuat kami mengerti akan pentingnya hal tersebut, apalagi dengan memberikan susu, vitamin dan sumbangan-sumbangan lain untuk kami”, ujarnya dengan antusias.

Sepatu Untuk Widiana dan Sabila

TK Belajar Mandiri area Kalibaru dimulai awal tahun ajaran 2011-2012. Dengan latar belakang mata pencaharian masyarakatnya adalah buruh, penarik becak dan nelayan. Widiana dan Sabila adalah murid TK Belajar Mandiri Kalibaru.  Mereka merasa berbeda dengan teman-temannya yang lain, karena mereka tidak memiliki sepatu untuk dipakai ke sekolah.

Berikut adalah kesaksian dari Widiana dan Sabila :

Widiana Yulianti (siswa TK A  Kalibaru) dan orang tuanya Hernawati merasa sangat senang dengan adanya pemberian sepatu dari YBMI. “Suami saya bekerja sebagai buruh gali pasir, saya sendiri momong anak-anak tetangga. Sehari-hari kami hanya bisa dapat 4 ribu, jadi kami ga sanggup beli sepatu buat Widi. Selama ini Widi ke sekolah memakai sandal, saya kurang mampu membeli sepatu, biaya hidup sehari-hari saja kurang. Setelah dapat sepatu dari YBMI anak saya senang karena bisa memakai sepatu seperti anak-anak lain dan mau berangkat sekolah terus tidak mau absen. Saya ucapkan terimakasih kepada Ibu Guru, anak saya mau sekolah karena sudah punya sepatu”

Pekerjaan orang tua Sabila (TK Kalibaru) yang hanya bekerja sebagai penarik becak dan kesulitan ekonomi yang dialami keluarganya membuat impian Sabila untuk bersepatu ke sekolah menjadi sangat sulit diwujudkan. Faria (orang tua Sabila) menyatakan selama ini Sabila selalu kesekolah dengan sendal, “ dengan adanya bantuan sepatu buat anak saya, kami sangat berterimakasih karena sudah dibantu untuk melengkapi kebutuhan sekolah yang kiranya saya belum bisa membelinya sendiri”